Email
Alt/Text Gambar
Alt/Text Gambar

Tips Memilih Desain Interior Sesuai Dengan Kepribadian

Oleh : Jihan Febriani
Tuesday, 14 March 2017 17:24:01

Rumah adalah tempat dimana anda akan tinggal selama bertahun-tahun.

Maka dari itu, pilihlah  style yang nyaman karena tentu kenyamanan  menjadi poin utama. Jangan sampai nantinya justru Anda merasa asing di rumah Anda sendiri. Rumah yang mencerminkan kepribadian dari penghuninya akan membuat rasa betah dan nyaman di rumah semakin meningkat.

Selain pemilihan desain interior memberikan kenyamanan, interior yang baik juga akan membuat bangunan semakin menarik, jika untuk diinvestasikan rumah yang menarik akan meningkatkan harga jual dan sewa dari rumah tersebut. Dalam memilih interior untuk rumah yang akan dihuni sebagai tempat tinggal, yang terpenting ialah disesuaikan dengan kepribadian.

 

 

Menurut Bambang Ekajaya, pemilik Cipta Graha, perusahaan arsitektur dan desain interior, Anda dapat berimajinasi dan berimporovisasi untuk menata rumah agar sesuai kepribadian. “Jika Anda orang yang senang dengan kesederhanaan, hindari interior yang berkesan glamor. Lakukan pemilihan dengan bijak, jangan hanya karena ‘lapar mata’, tapi sesuaikan dengan jati diri. Rumah harus bersifat “home”, jangan sampai karena kebanyakan aksesoris rumahnya jadi seperti gudang interior.” papar Bambang.

 

 

 

Beberapa desain yang bisa anda pilih sesuai dengan kepribadian anda :

 

1.  Anggun dan Feminin: Gaya Desain Shabby Chic

 

Shabby chic merupakan gaya interior yang mulai berkembang di Inggris. Gaya ini identik dengan perabot-perabot bergaya Pop-Victorian yang berkesan antik. Selain itu, gaya ini juga identik dengan aksesori interior yang feminin. Aliran desainnya merupakan turunan dari gaya vintage dan identik dengan warna-warna pastel, bahan fabric bermotif floral serta furnitur berwarna putih yang sengaja diamplas untuk menciptakan kesan tua dan vintage. Desain shabby chic yang feminin cocok untuk para wanita yang anggun dan lembut.

 

2.  Elegan dan Glamor: Gaya Desain Klasik

 

Desain klasik  cocok untuk Anda yang elegan dan glamor. Desain ini identik dengan sentuhan gaya arsitektur negara-negara di Eropa pada abad pertengahan, dimana gaya ini mencerminkan kekhasan kaum aristokrat dan bangsawan. Desain gaya kolom, penggunaan lampu gantung atau chandelier dan material marmer umumnya digunakan untuk dalam desain klasik. Desainnya berorientasi pada detail dan ornamen-ornamen yang cenderung rumit. Untuk kamar tidur bergaya colonial klasik , tipe ranjang yang umumnya digunakan adalah ranjang empat tiang (four-poster bed) atau canopy bed. Cocok untuk Anda yang elegan dan berjiwa romantis. 

 

3.  Stylish dan Trendi: Gaya Desain Kontemporer

 

Desain kontemporer cocok untuk Anda yang merasa konsep minimalis sudah terlalu umum dan gaya klasik terkesan terlalu “berat”. Desain ini cocok untuk Anda yang senang tampil beda, namun tetap trendi dan senang dengan hal praktis. Desain kontemporer identik dengan tampilannya yang stylish dan hampir tidak memiliki detail, dengan lekukan lembut dan tegas. Desain ini cenderung timeless, karena palet warna yang digunakan umumnya warna netral seperti hitam, abu-abu, coklat, dan putih.

 

 

4.  Clean dan Simple: Gaya Desain Skandinavia

 

Desain Skandinavia identik dengan konsep minimalis yang cenderung bersih (clean) dan mengandung unsur kesederhanaan (simplicity). Gerakan desain ini banyak diterapkan di negara-negara yang termasuk Skandinavia di Eropa Utara, seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia. Warna netral terutama putih dan penggunaan material kayu, menjadi hal yang sering ditemukan dalam gaya desain Skandinavia. Gaya desain Skandinavia cocok untuk Anda yang senang tampil bersahaja.

 

5.  Artsy: Gaya Desain Pop Art

 

Kolaborasi antara dua warna cerah (bold) atau lebih dan aplikasi poster dengan gambar atau seni grafis yang artsy merupakan ciri khas dari gaya pop art. Warna-warna mencolok berpadu dengan elemen dekoratif yang ikonik efektif menghidupkan suasana ruang. Anda yang berjiwa seni dan senang menjadi pusat perhatian cocok dengan gaya desain pop art. Anda dapat menerapkannya di berbagai ruang, bahkan tidak terkecuali toilet. 

 

6.  Unik dan Nyentrik: Gaya Desain Vintage

 

Vintage dan antik memiliki perbedaan, sebuah benda yang memiliki rentang usia 20 tahun sampai 90 tahun dikategorikan sebagai benda vintage. Jika usia tersebut telah melampaui usia 100 tahun maka disebut benda antik. Untuk Anda yang ingin menonjolkan keunikan diri Anda bisa menerapkan gaya desain vintage. Anda bisa memanfaatkan kembali furnitur lama peninggalan rumah nenek yang masih layak pakai. Furnish ulang dan ganti upholstery dudukannya untuk memberi tampilan kursi vintage yang eye catchy. Material alami seperti kayu, batu bata atau batu alam sebagai pelapis dinding dan lantai merupakan salah satu cara untuk menguatkan kesan vintage

 

 

 

 

 

 

Sumber  : majalahasri.com



0 Komentar

 Tulis Komentar
Nama
Komentar
Kode

Other Articles


Copyright 2013 Trend Rumah - All Rights Reserved